Sifat kebuddhaan bukanlah perolehan baru, melainkan masalah penyingkapan cahaya aslinya.
Melihat hakikat Kebuddhaan secara langsung bukan berarti mendapatkan sesuatu yang istimewa dari tempat yang jauh. Sama seperti bara api lentera tua yang tidak hilang meski tertutup selimut dan debu, sifat Buddha tetap berada di lokasi aslinya.
Latihannya bukan tentang menciptakan cahaya yang tidak ada, tapi tentang menghilangkan debu dan keterikatan yang menutupinya dan memastikan cahaya aslinya. Saat khayalan dan obsesi kental, kita tidak bisa melihat cahayanya, tapi cahayanya sendiri tidak hilang.
Jika melihat langsung hakikat Kebuddhaan, terbukalah jalan menuju kebebasan dari perbedaan antara hidup dan mati serta nirwana. Jika Anda berhenti memahaminya dengan kata-kata saja, itu akan menjadi pengetahuan, tetapi jika Anda memastikannya langsung di dalam hati, itu akan menjadi kekuatan yang mengguncang hidup Anda.
Seperti tindakan Bodhisattva Bodhisattva, pencerahan tidak berhenti pada pemahaman yang tenang. Mereka yang telah mengidentifikasi cahaya asli harus mengungkapkan cahaya itu melalui latihan dan kasih sayang. Kebebasan berpikir menjadi lebih nyata dalam tindakan kita dalam hidup.
Hari ini, lihatlah debu dan obsesi apa yang menutupi pikiranku. Ketika Anda menyadari kemarahan, ketakutan, dan keinginan Anda untuk diakui dan melepaskannya, sedikit lagi cahaya asli Anda akan terungkap.
Sifat kebuddhaan tidak diciptakan baru, namun cahaya aslinya terungkap. Ketika kita memeriksa dan melepaskan keterikatan seperti debu, cahayanya mengarah pada latihan welas asih.